Kamis, 07 Juli 2011

Penulisan Angka Romawi


Ketentuan Menulis Bilangan Romawi dengan Angka Romawi
Penulisan angka dasar secara berturut-turut hanya berlaku untuk bilangan-bilangan satuan, sepuluhan, seratusan, seribuan, … dst.
  • Penulisan angka secara berturut-turut pada ketentuan (1) hanya dibolehkan paling banyak tiga kali. Sebuah angka dasar pada ketentuan (1) menyatakan pengurang angka yang lebih besar, jika letaknya di kiri angka yang lebih besar itu. Pengurangan adalah angka-angka pada ketentuan (1) dan letaknya paling jauh 2 tingkat dari angka yang dikurangi.
  • Penulisan angka pada ketentuan (2) menyatakan penambah angka dasar yang lebih besar, jika letaknya di kanan angka dasar yang lebih besar itu.
Penjelasan Ketentuan :
Setiap angka 4 dan 9 dibuat dalam bentuk kurang (disebelah kiri )
Contoh:
4     = 5 – 1       = IV
9     = 10 – 1      = IX
40    = 50 – 10     = XL
90    = 100 – 10    = XC
400   = 500 – 100   = CD
900   = 1000 – 100  = CM

Setiap angka kecuali 4 dan 9 dibuat dalam bentuk tambah (disebelah kanan )
Contoh:
6    =  5 + 1    = VI
8    =  5 + 3    = VIII
12   =  10 + 2   = XII
27   =  20 + 7   = XXVII
163  = 100 + 63  = CLXIII
781  = 700 + 81  = DCCLXXXI

Penulisan angka dasar secara berturut-turut hanya berlaku untuk bilangan-bilangan satuan, sepuluhan, seratusan, seribuan, … dst.
Contoh :
Benar : II = 2, XX = 20, CCC = 300, MMM = 3.000,
Salah : VV = 10, LL = 100, DDD = 1.500,

Penulisan angka secara berturut-turut pada ketentuan (1) hanya dibolehkan paling banyak tiga kali.
Contoh :
Benar : III = 3, XXX = 30, CCC = 300
Salah : IIII = 4, XXXX = 40, MMMM = 4.000

Sebuah angka dasar pada ketentuan (1) menyatakan pengurang angka yang lebih besar, jika letaknya di kiri angka yang lebih besar itu. Pengurangan adalah angka-angka pada ketentuan (1) dan letaknya paling jauh 2 tingkat dari angka yang dikurangi.
Contoh :
Benar : IX = 10 – 1 = 9, XL = 50 – 10 = 40
Salah : IL = 50 – 1 = 49, VL = 50 - 5 = 45

Penulisan angka pada ketentuan (2) menyatakan penambah angka dasar yang lebih besar, jika letaknya di kanan angka dasar yang lebih besar itu.
Contoh :
Benar : VII = 5+1+1 = 7 CX = 100 + 10 = 110
XIII = 10+1+1+1 = 13, CXX = 100+10+10 = 120
Salah : LVV = 500+5+5 = 510, XCC = 10+100+100 = 210

Contoh Penggunaan/Pemakaian :
Contoh 1: Tulis dalam bentuk desimal CLXII
Jawab : CLXII = 100 + 50 + 10 + 1 + 1 = 162
Contoh 2 : Tulis dalam bentuk Romawi 289
Jawab : 289 = 200 + 80 + 9
= 100 + 100 + 50 + 10 + 10 + 10 + 9
= 100 + 100 + 50 + 10 + 10 + 10 + (10 – 1)
= CCLXXXIX

Contoh Umum penulisan angka romawi kuno :
1. 16 = XVI
2. 35 = XXXV
3. 45 = XLV
4. 79 = LXXIX
5. 99 = IC
6. 110 = CX
7. 999 = CMXCIX
8. 1666 = MDCLXVI
9. 2008 = MMVIII

Beberapa kekurangan atau kelemahan angka romawi :

1. Tidak ada angka nol / 0

2. Terlalu panjang untuk menyebut bilangan tertentu
3. Terbatas untuk bilangan-bilangan kecil saja

Metode / Teknik Penomoran Angka Romawi :
1. Simbol ditulis dari yang paling besar ke yang paling kecil
2. Semua simbol besar ke kecil dijumlah kecuali kecil ke besar berarti ada pengurangan.

0 comments:

Poskan Komentar