Senin, 21 Maret 2011

Lensa Kacamata Yang Baik

Kacamata yang banyak kita jumpai di toko kacamata hampir semua masih berupa frame atau rangkanya saja, jadi belum ada lensa atau ukurannya, karena harus di sesuaikan dengan resep kacamata dari hasil pengukuran refraksi oleh RO atau Dokter mata.

LENSA KACAMATA YANG BAIK
Mempunyai 3 unsur mendasar :
  1. Hasil ketajaman penglihatan. Dibutuhkan : bahan, design dan pelapisan lensa yang baik
  2. Segi Kosmetis. Lensa terlihat tipis dan jernih
  3. Kenyamanan Pemakai. Lensa ringan dan tidak ada distorsi

Untuk mencapai 3 unsur tesebut, maka lensa dapat dilihat dalam 2 hal, yaitu :
Parameter Optis, meliputi :

a. Index Bias ( n ).  Merupakan perbandingan antara kecepatan cahaya diruang hampa dengan kecepatan cahaya pada media tertentu. N = C/ V

Jika cahaya datang melalui 2 media yang berbeda index biasnya, maka akan terjadi PEMBIASAN / REFRAKSI, dan sebagian kecil akan dipantulkan. Makin besar perbedaan index bias antara kedua media, makin besar Sudut refleksinya dan persentasi cahaya yang dipantulkan. Index bias berbanding terbalik dengan tebal tengah lensa.
Jadi makin tinggi index bias suatu lensa, maka makin tipis lensa tersebut dapat dibuat.

b. Daya Dispersif. Bahan optis yang membiaskan warna ungu sampai merah
Dengan sudut – sudut yang banyak berbeda, disebut : Bahan yang mempunyai KEKUATAN DISPERSIF BESAR NILAI ABBE KECIL . Akibat yang dihasilkan dari penguraian warna cahaya tersebut adalah adanya ABERASI WARNA., yang berpengaruh terhadap ketajaman OBYEK. ABERASI WARNA ADALAH FUNGSI TERBALIK DARI NILAI ABBE.


CATATAN :
Lensa yang baik harus mempunyai nilai abbe yang besar
Bahan optis,nilai abbe > angka 50 adalah baik
Bahan optis,nilai abbe angka 40 – 50 adalah cukup
Bahan optis,nilai abbe < angka 40 adalah kurang baik


c. Kejernihan
Bahan lensa harus jernih dan tidak berwarna, seperti krystal atau air murni.
Standart yang dipakai untuk menentukan kejernihan secara international adalah HAZE VALUE ( HARGA KABUT ). Haze adalah partikel – partikel yang kecil, bisa saja kotoran, debu, gelembung udara atau pigment untuk menyerap cahaya ultra violet, yang sengaja dicampurkan didalam bahan lensa. Partikel – partikel tersebut dianggap menghambat cahaya, jika tersebar dengan sudut lebih besar dari 2.5 derajat. BAHAN YANG BAIK, HAZE VALUE LEBIH RENDAH DARI 1%



d. Warna Lensa
Sebagai patokan warna lensa yang baik / tidak baik, untuk penilaiannya dipakai standart international, yaitu :
YELLOWNESS INDEX ( YI ).

Derajat kekuningan didasarkan pada deviasi dari putihnya warna air kearah kuning, dengan perhitungan panjang gelombang 570 – 580 nm.
Jika YI = 0 , artinya sempurna
Jika YI > 0 , berarti kuning ( dipengaruhi index bias )
Jika YI < 0 , berarti warna lensa kebiru – biruan

Hampir semua lensa plastik kalau terkena sinar matahari terus menerus atau disimpan lama akan berubah warnanya menjadi KUNING.
Parameter Fisis, meliputi :
  1. Berat Jenis. Merupakan besaran yang akan menentukan berat suatu lensa. Semakin rendah berat jenis suatu bahan lensa, semakin ringan beratnya.
  2. Bahan Lensa Harus Kuat dan Ringan. Maksudnya adalah kuat terhadap benturan, tidak mudah pecah, sehingga aman bagi pemakai, sedangkan ringan tujuannya untuk kenyaman pemakai.


Optik.online.info

Kebebasan Anak

Tahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah. Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah. Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot.

Dengan lemah lembut saya tanyakan kepada Dika: "Apa yang kamu inginkan ?"

Dika hanya menggeleng. "Kamu ingin ibu bersikap seperti apa ?" tanya saya. "Biasa-biasa saja" jawab Dika singkat. Beberapa kali saya berdiskusi dengan wali kelas dan kepala sekolah untuk mencari pemecahannya, namun sudah sekian lama tak ada kemajuan. Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta bantuan seorang psikolog. Suatu pagi, atas seijin kepala sekolah, Dika meninggalkan sekolah untuk menjalani test IQ. Tanpa persiapan apapun, Dika menyelesaikan soal demi soal dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, Psikolog yang tampil bersahaja namun penuh keramahan itu segera memberitahukan hasil testnya. Angka kecerdasan rata-rata anak saya mencapai 147 (Sangat Cerdas) dimana skor untuk aspek-aspek kemampuan pemahaman ruang, abstraksi, bahasa, ilmu pasti, penalaran, ketelitian dan kecepatan berkisar pada angka 140 - 160. Namun ada satu kejanggalan, yaitu skor untuk kemampuan verbalnya tidak lebih dari 115 (Rata-Rata Cerdas). Perbedaan yang mencolok pada 2 tingkat kecerdasan yang berbeda itulah yang menurut psikolog, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut. Oleh sebab itu psikolog itu dengan santun menyarankan saya untuk mengantar Dika kembali ke tempat itu seminggu lagi. Menurutnya Dika perlu menjalani test kepribadian.

Suatu sore, saya menyempatkan diri mengantar Dika kembali mengikuti serangkaian test kepribadian. Melalui interview dan test tertulis yang dilakukan, setidaknya Psikolog itu telah menarik benang merah yang menurutnya menjadi salah satu atau beberapa faktor penghambat kemampuan verbal Dika. Setidaknya saya bisa membaca jeritan hati kecil Dika. Jawaban yang jujur dari hati Dika yang paling dalam itu membuat saya berkaca diri, melihat wajah seorang ibu yang masih jauh dari ideal.

Ketika Psikolog itu menuliskan pertanyaan 
"Aku ingin ibuku :...." Dika pun menjawab : "membiarkan aku bermain sesuka hatiku, sebentar saja" Dengan beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa selama ini saya kurang memberi kesempatan kepada Dika untuk bermain bebas. Waktu itu saya berpikir bahwa banyak ragam permainan-permainan edukatif sehingga saya merasa perlu menjadwalkan kapan waktunya menggambar, kapan waktunya bermain puzzle, kapan waktunya bermain basket, kapan waktunya membaca buku cerita, kapan waktunya main game di komputer dan sebagainya. Waktu itu saya berpikir bahwa demi kebaikan dan demi masa depannya, Dika perlu menikmati permainan-permainan secara merata di sela-sela waktu luangnya yang memang tinggal sedikit karena sebagian besar telah dihabiskan untuk sekolah dan mengikuti berbagai kursus di luar sekolah. Saya selalu pusing memikirkan jadwal kegiatan Dika yang begitu rumit. Tetapi ternyata permintaan Dika hanya sederhana
: diberi kebebasan bermain sesuka hatinya, menikmati masa kanak-kanaknya. 

Ketika Psikolog menyodorkan kertas bertuliskan
"Aku ingin Ayahku ...." Dika pun menjawab dengan kalimat yang berantakan namun kira-kira artinya "Aku ingin ayahku melakukan apa saja seperti dia menuntutku melakukan sesuatu". Melalui beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa Dika tidak mau diajari atau disuruh, apalagi diperintah untuk melakukan ini dan itu. Ia hanya ingin melihat ayahnya melakukan apa saja setiap hari, seperti apa yang diperintahkan kepada Dika. Dika ingin ayahnya bangun pagi-pagi kemudian membereskan tempat tidurnya sendiri, makan dan minum tanpa harus dilayani orang lain, menonton TV secukupnya, merapikan sendiri koran yang habis dibacanya dan tidur tepat waktu. Sederhana memang, tetapi hal-hal seperti itu justru sulit dilakukan oleh kebanyakan orang tua. Ketika Psikolog mengajukan pertanyaan "Aku ingin ibuku tidak ..." Maka Dika menjawab "Menganggapku seperti dirinya"

Dalam banyak hal saya merasa bahwa pengalaman hidup saya yang suka bekerja keras, disiplin, hemat, gigih untuk mencapai sesuatu yang saya inginkan itu merupakan sikap yang paling baik dan bijaksana. Hampir-hampir saya ingin menjadikan Dika persis seperti diri saya. Saya dan banyak orang tua lainnya seringkali ingin menjadikan anak sebagai foto copy diri kita atau bahkan beranggapan bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk sachet kecil.

Ketika Psikolog memberikan pertanyaan
"Aku ingin ayahku tidak : .." Dika pun menjawab "Tidak menyalahkan aku di depan orang lain. Tidak mengatakan bahwa kesalahan-kesalahan kecil yang aku buat adalah dosa" Tanpa disadari, orang tua sering menuntut anak untuk selalu bersikap dan bertindak benar, hingga hampir-hampir tak memberi tempat kepadanya untuk berbuat kesalahan. Bila orang tua menganggap bahwa setiap kesalahan adalah dosa yang harus diganjar dengan hukuman, maka anakpun akan memilih untuk berbohong dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah dibuatnya dengan jujur. Kesulitan baru akan muncul karena orang tua tidak tahu kesalahan apa yang telah dibuat anak, sehingga tidak tahu tindakan apa yang harus kami lakukan untuk mencegah atau menghentikannya...

Saya menjadi sadar bahwa ada kalanya anak-anak perlu diberi kesempatan untuk berbuat salah, kemudian iapun bisa belajar dari kesalahannya. Konsekuensi dari sikap dan tindakannya yang salah adakalanya bias menjadi pelajaran berharga supaya di waktu-waktu mendatang tidak membuat kesalahan yang serupa.


Ketika Psikolog itu menuliskan
"Aku ingin ibuku berbicara tentang ....." Dika pun menjawab "Berbicara tentang hal-hal yang penting saja". Saya cukup kaget karena waktu itu saya justru menggunakan kesempatan yang sangat sempit, sekembalinya dari kantor untuk membahas hal-hal yang menurut saya penting, seperti menanyakan pelajaran dan PR yang diberikan gurunya. Namun ternyata hal-hal yang menurut saya penting, bukanlah sesuatu yang penting untuk anak saya.

Dengan jawaban Dika yang polos dan jujur itu saya diingatkan bahwa kecerdasan tidak lebih penting dari pada hikmat dan pengenalan akan Tuhan. Pengajaran tentang kasih tidak kalah pentingnya dengan ilmu pengetahuan.


Atas pertanyaan "Aku ingin ayahku berbicara tentang .....", Dika pun menuliskan "Aku ingin ayahku berbicara tentang kesalahan-kesalahan nya.
Aku ingin ayahku tidak selalu merasa benar, paling hebat dan tidak pernah berbuat salah. Aku ingin ayahku mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadaku"... Memang dalam banyak hal, orang tua berbuat benar tetapi sebagai manusia, orang tua tak luput dari kesalahan. Keinginan Dika sebenarnya sederhana, yaitu ingin orang tuanya sportif, mau mengakui kesalahannya dan kalau perlu meminta maaf atas kesalahannya, seperti apa yang diajarkan orang tua kepadanya.

Ketika Psikolog menyodorkan tulisan
"Aku ingin ibuku setiap hari ....." Dika berpikir sejenak, kemudian mencoretkan penanya dengan lancar "Aku ingin ibuku mencium dan memelukku erat-erat seperti ia mencium dan memeluk adikku". Memang adakalanya saya berpikir bahwa Dika yang hampir setinggi saya sudah tidak pantas lagi dipeluk-peluk, apalagi dicium-cium. Ternyata saya salah, pelukan hangat dan ciuman sayang seorang ibu tetap dibutuhkan supaya hari-harinya terasa lebih indah. Waktu itu saya tidak menyadari bahwa perlakukan orang tua yang tidak sama kepada anak-anaknya seringkali oleh anak-anak diterjemahkan sebagai tindakan yang tidak adil atau pilih kasih.


Secarik kertas yang berisi pertanyaan "Aku ingin ayahku setiap hari ...." Dika menuliskan sebuah kata tepat di atas titik-titik dengan satu kata "tersenyum".
Sederhana memang, tetapi seringkali seorang ayah merasa perlu menahan senyumannya demi mempertahankan wibawanya. Padahal kenyataannya senyuman tulus seorang ayah sedikitpun tidak akan melunturkan wibawanya, tetapi justru bisa menambah simpati dan energi bagi anak-anak dalam melakukan segala sesuatu seperti yang ia lihat dari ayahnya setiap hari.

Ketika Psikolog memberikan kertas yang bertuliskan 
"Aku ingin ibuku memanggilku. ..." Dika pun menuliskan "Aku ingin ibuku memanggilku dengan nama yang bagus" Saya tersentak sekali! Memang sebelum ia lahir kami telah memilih nama yang paling bagus dan penuh arti, yaitu Judika Ekaristi Kurniawan . Namun sayang, tanpa sadar, saya selalu memanggilnya dengan sebutan Nang... Nang dalam Bahasa Jawa diambil dari kata "Lanang" yang berarti laki-laki.


Ketika Psikolog menyodorkan tulisan yang berbunyi. "Aku ingin ayahku memanggilku .." Dika hanya menuliskan 2 kata saja, yaitu "Nama Asli". Selama ini suami saya memang memanggil Dika dengan sebutan "Paijo" karena sehari-hari Dika berbicara dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Sunda dengan logat Jawa medok. "Persis Paijo, tukang sayur keliling" kata suami saya.

Atas jawaban-jawaban Dika yang polos dan jujur itu, saya menjadi malu karena selama ini saya bekerja di sebuah lembaga yang membela dan memperjuangkan hak-hak anak. Kepada banyak orang saya kampanyekan pentingnya penghormatan hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-Hak Anak Sedunia. Kepada khalayak ramai saya bagikan poster bertuliskan "To Respect Child Rights is an Obligation, not a Choice" sebuah seruan yang mengingatkan bahwa "Menghormati Hak Anak adalah Kewajiban, bukan Pilihan".


Tanpa saya sadari, saya telah melanggar hak anak saya karena telah memanggilnya dengan panggilan yang tidak hormat dan bermartabat. Dalam diamnya anak, dalam senyum anak yang polos dan dalam tingkah polah anak yang membuat orang tua kadang-kadang bangga dan juga kadang-kadang jengkel, ternyata ada banyak Pesan Yang Tak Terucapkan. Seandainya semua ayah mengasihi anak-anaknya, maka tidak ada satupun anak yang kecewa atau marah kepada ayahnya. Anak-anak memang harus diajarkan untuk menghormati ayah dan ibunya, tetapi para orang tua tidak boleh membangkitkan amarah di dalam hati anak-anaknya. Para orang tua harus mendidik anaknya di dalam ajaran dan nasehat yang baik.

Jenis Mesin Jahit AJS

Kami bergerak di bidang Konveksi. Informasi lebih lanjut hub :
ABADI JAYA SENTOSA
Bpk.Santoso : 0818-223346
Bpk.Johan : 0811-245099

Apa CMT (Cut, Make , Trim)
Sebagian besar di perusahaan garmen dan tekstil memiliki istilah sendiri "CMT" (Cut, Make & Trim) Jika Anda membeli produk yang dijahit di Asia dan membaca posting ini dan Anda mungkin mempelajari sesuatu yang relevan tentang pemasok.

Pada dasarnya, ada tiga cara pemasok dapat diatur:
  • Produk jadi sourcing. Perantara memberikan perintah ke sebuah pabrik (atau terpecah menjadi beberapa pabrik) di bawah syarat FOB. Inilah yang kebanyakan perusahaan perdagangan yang berbasis di Hong Kong dilakukan, dan importir sering bertanya-tanya apa nilai perantara ini ditambahkan ke proses pembelian.  
  • Produksi in-house. Sebuah pabrik mendapat perintah dan membuat barang-barang dalam lokakarya. Kebanyakan pembeli berharap hal ini terjadi ketika mereka "membeli langsung dari produsen". Tapi, cukup sering, hal itu BUKAN apa yang terjadi (lihat di bawah).

CMT pembelian
Pemasok terus perkembangan gaya baru dan bahan-bahan di bawah kendali, dan outsources intensif tenaga kerja-pekerjaan (cut, membuat / menjahit, trim / QC akhir, dan berkemas). Seberapa sering hal itu terjadi? Sulit untuk memperkirakan, tapi saya kira sekurang-kurangnya 30% dari produksi garmen CMT berjalan berada di bawah istilah di Cina.

Tapi mengapa hanya outsourcing dengan kegiatan tertentu? Dan yang mana? Mari kita  menyederhanakan langkah-langkah dari produksi batch pakaian. Beberapa sampel yang dibuat sesuai dengan desain pelanggan, dan mendapatkan pesanan. Pola-pola yang dirancang dalam fase sampling digunakan untuk perhitungan konsumsi dan harga. Kain-kain, aksesori, dan elemen pengepakan dibeli.

Kain dipotong dan kemudian dibundel dengan gaya, ukuran dan warna (that's the Cut). Menjahit yang berbeda langkah-langkah yang dilakukan dalam suatu lokakarya (that's the MAKE). Produk jadi dipangkas, diperiksa untuk terakhir kalinya, dan dikemas untuk dikirim (that's the TRIM). 

Mengapa langkah-langkah tertentu dalam menjaga rumah?
Pemasok mencoba untuk menjaga tangan mereka pembangunan dan pembelian:
Membuat pola dan sampel. Hal ini penting untuk mendapatkan pesanan. Sebuah contoh kecil ruangan dengan beberapa teknisi yang baik sudah cukup. Membeli bahan. Konsumsi dihitung dengan pola, dan membeli kain adalah biaya yang paling penting. Satu langkah biasanya outsource di bawah syarat CMT: "memotong". Hal ini membutuhkan ruang yang besar, beberapa peralatan khusus, dan beberapa teknisi yang berpengalaman. Namun, jika dikelola dengan baik, manfaat dalam menjaga rumah pemotongan dapat sangat besar.
Pertama, kain dan aksesoris dapat dikendalikan segera setelah mereka diterima, dan sebelum dipotong. Saya yakin bahwa, ketika "memotong" pekerjaan yang dilakukan oleh bengkel menjahit, input ini diperiksa dalam kasus minoritas kecil. Mengapa lokakarya peduli tentang hal itu?

Kedua, kain yang tidak terpakai disimpan samping (sisa-sisa kain kadang-kadang merupakan sumber utama keuntungan pada perintah, dan tentu saja kain yang tidak terpakai tidak pernah dinyatakan oleh bengkel ketika memotong itu subkontrak).
Ketiga, investasi dalam peralatan memotong otomatis dapat membantu menghemat konsumsi kain. Payback period mungkin kurang dari setahun!

Dua kegiatan yang terakhir selalu subkontrak di bawah syarat-syarat CMT:
"Make" (i.e. menjahit) pekerjaan. Mengoperasikan sebuah lokakarya adalah biaya berulang untuk kapasitas tetap. Outsourcing kegiatan ini berarti kapasitas produksi Anda tidak memiliki batas! Dan mengirim sampel untuk beberapa lokakarya cukup untuk menemukan "jarum yang termurah". The "trim" pekerjaan, biasanya termasuk QC akhir dan pengepakan. Jika lokakarya eksternal sews pakaian, seharusnya juga memotong benang, mengepak barang, dan memperbaiki cacat pengerjaan. Mudah-mudahan beberapa inspektur akan dikirim selama "MEMBUAT" langkah untuk menghindari bencana kualitas.

Apa resiko bagi importir?
Kelemahan utama dari rantai pasokan ini struktur adalah bahwa lokakarya adalah elemen terlemah dari jaringan. Itu diganti dengan mudah. Telah mengajukan tawaran harga rendah untuk mendapatkan bisnis, sehingga produksi perlu terburu-buru untuk membuat keuntungan kecil. Di Cina, 99% dari pabrik-pabrik garmen memiliki organisasi yang sama, sehingga biaya yang lebih rendah hanya dapat dicapai dengan tenaga kerja tidak terampil, berjam-jam dan minimal QC. Persis apa yang pembeli harus menghindari! Sebenarnya, lokakarya jahit harus berada di tengah-tengah rantai pasokan:
Mana sebagian besar masalah kualitas berasal? Dari pekerjaan lokakarya (baik karena perhatian yang buruk terhadap kualitas, atau karena komunikasi yang buruk dari kebutuhan pembeli).

TYPE – TYPE MESIN GARMENT
Dari cara pengoperasiannya mesin jahit terbagi menjadi tiga jenis yaitu:
  1. Mesin jahit mekanik atau manual, mesin jahit manual saat pertama kali diciptakan berupa peluru berbentuk gelendong. Mesin jahit manual yang paling primitif pada awalnya hanya mampu untuk menjahit jahitan rantai. Meskipun jahitan rantai ini mampu membuat jarak jahitan kecil dan rapi, tetapi jahitan rantai memiliki kelemahan yakni jahitannya sangat mudah terurai. Agar jahitan tidak mudah terurai maka mesin jahit harus bisa menjahit dengan dua benang sejajar, dari jarum atas dan kumparan yang dibawahnya, sehingga penjahit bisa membuat jahitan kunci. Kini mesin jahit manual sudah mampu membuat jahitan zigzag, untuk mesin jahit manual high-end juga sudah mampu menjahit dengan jahitan dekoratif.
  2. Mesin jahit listrik, jenis mesin jahit ini system kerjanya adalah impulse listrik akan menembak jarum dan mengembalikannya kembali dengan gerakan yang ritmik, diimbangi juga dengan gerakan mekanik yang mendorong kain saat dijahit. Gerakan mekanik ini sebagai pengganti push dan pull seperti yang terjadi panda mesin jahit manual. Mesin jahit listrik memiliki produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan mesin jahit manual.
  3. Mesin jahit komputer, dibandingkan dengan mesin jahit listrik, mesin jahit komputer adalah mesin jahit yang paling canggih dari semua jenis mesin jahit. Mesin jahit computer juga digerakkan oleh listrik sebagaimana mesin jahit listrik. Namun mesin jahit komputer memiliki mikroprosesor. Hal ini memungkinkan mesin jahit komputer untuk membuat pola, baik berupa jahitan dekorasi maupun menjahit border. Mesin jahit komputer sangat canggih, mesin ini akan berhenti secara otomatis bila terjadi pergantian warna sesuai dengan pola yang telah dibuat di komputer.

Berdasarkan dari fungsinya, terdapat beberapa tipe mesin jahit, seperti dibawah ini:
Mesin jahit jarum 1 atau single needle, mesin jahit ini adalah mesin yang harus dimiliki dalam dunia gamen atau konveksi pakaian. Contoh mesin jahit jarum 1: Juki DDL8300, YAMATA-FY5318-SM
Berdasarkan dari fungsinya, terdapat beberapa tipe mesin jahit, seperti dibawah ini:
1.Mesin Jahit jarum 1 ( single needle )Mesin jahit jarum satu merupakan mesin jahit pokok yang harus dipunyai dalam dunia garment
2. Mesin jahit jarum 2 ( double needle )Macam – macam tipe jarum dua :
  • Jarum dua standart
  • Jarum dua split, Mesin ini memungkinkan untuk mengatur salah satu jarum jahit / tidak. Contoh proses pada saku.
  • Jarum dua rantai, Mesin ini sama dengan mesin jarum dua standart tapi jahitan bawah yang dihasilkan adalah jahitan rantai. Contoh mesin jahit jarum 2: Yamata FY82, Pfaff 1246, Juki MH-1410D.

Adapun mesin jahit dengan teknologi baru yang dikembangkan pada mesin adalah :
  • Otomatis potong benang.( Automatic Thread trimmer )  Mesin single needle yang berfasilitaskan otomatis potong benang merupakan trend mesin yang dibutuhkan dunia garment saat ini. Dimana system ini menghilangkantenaga tambahan yang dikeluarkan opearator untuk memutus benang setelah dijahit. Jadi sehabis bahan dijahit maka secara otomatis benang akan putus dan bahan bisa langsung diambil dilanjutkan dengan proses jahit yang lain.
  • Control panel. Control panel digunakan untuk memprogram suatu jahitan yang berada pada mesin tersebut. Control panel ini menempel diatas body mesin. Contoh program yang bisa diatur dengan control panel adalah jahitan label, otomatis jahitan kunci, menjahit terus menerus dll.
  • Direct drive. Teknologi ini memakai motor berkekuatan tinggi yang ditanam didalam body mesin. Pada mesin ini sudah tidak ditemui lagi dynamo yang berukuran relative lebih besar dibawah meja mesin jahit itu sendiri. Dengan direct drive maka getaran yang dihasilkan sangat kecil sehingga tingkat keakuratan jahitan lebih bagus.
  • Dry Head. Mesin ini didesain tanpa ada minyak sama sekali atau dengan sedikit minyak yang ditampung dalam botol kecil. teknologi ini dikembangkan berdasarkan kendala yang terjadi di lapangan, dengan seringnya bahan itu kotor karena terkena minyak mesin.

3. Mesin obras ( overlock )
Mesin obras atau overlock, ini adalah mesin untuk membuat pengaman bahan kain agar tidak mudah terurai. Ada beberapa macam mesin obras, benang 3, obras benang 4, obras benang 5, obras benang 6. Contoh mesin ini: Yamata FY747A. Setiap mesin mempunyai fungsi masing masing dilihat dari proses yang dijahit.Teknologi dalam mesin obras adalah :
  • Obras Dry head
  • Obras tipe benang 6

4. Mesin bartacking (Advanced machine)
Mesin bartacking digunakan untuk menjahit kunci pada akhir jahitan. Teknologi didalam mesin bartack adalah :
  • Computer controlled : Patren dan kecepatan bartack yang diinginkan dapat diatur dengan mudah oleh control panel.
  • Active tension : Teknologi ini memungkinkan kita mengatur kekencangan jahitan yang berbeda didalam dua model jahitan yang berbeda pada bahan yang berbeda yang dilakukan sekaligus.
  • Direct Drive : Motor penggerak dengan kualitas tinggi ditanamkan langsung didalam body mesin.
5. Mesin Pasang kancing
Ada 2 tipe mesin pasang kancing :
  • Pasang Kancing Chainstitch. Model mesin lama yang masih sangat manual. Hasil jahitannya adalah jahitan rantai yang bila satu jahitan itu lepas maka akan sangat mudah kancing itu lepas dari jahitan. Contoh mesin ini: Juki 372, Juki 373, Brother 913, 915 dan 917
  • Pasang Kancing Lockstitch. Model mesin terbaru yang sekarang ini menjadi trend di dunia buyer fashion dunia. Dengan jahitan lockstitch maka kualitas jahitan akan lebih tahan lama, anti copot. Model pasang kancing lockstitch pertama keluar langsung berbasic otomatis program computer. Teknologi pasang kancing computer adalah direct drive, active tension dan automatic program.
6. Mesin Lubang Kancing
Mesin lubang kancing merupakan salah satu mesin special di sector produksi garment. Teknologi mesin lubang kancing JUKI adalah :
  • Computer controlled
  • Bastingstitch system
Contoh mesin ini: Juki LH-980
Jahitan kerangka yang bisa mempertahankan bentuk lubang kancing selalu konstan.
  • Active tension
  • Option long presser foot ( 120 mm )
Dengan presser foot 120 mm maka memungkinkan untuk diprogram sekali jalan 2 lubang kancing dihasilkan.
  • Lubang kancing eyeled ( mata ayam ) untuk produksi jeans, jas, dll
7.Mesin zig zag
Mesin jahit yang menghasilkan jahitan zigzag.
  • Zigzag 2 step
  • Zigzag 3 step
Contoh mesin ini: Singer 1910, Singer 20U73. Jenis jahitan lockstick

8. Interlock / Overdeck : Manual Standar 5,6 mm gauge set

9.Make Up Machine : Manual Standar ¼ Standart

10.Side Cutter : Manual dan otomatis
Setelah mengenal beberapa mesin kita harus juga mengenal Jenis jahitan dan Jenis Mesin yang digunakan di Industri garmen
Opening Machine :
  1. Fabric Inspection
  2. End cutter
  3. Hand cutter
  4. Mesin con benang (pemecah benang)
  5. Dll
Special Mesin : Advanced machine
  1. Bartacking mesin (mesin penguat jahitan) jenis jahitan lockstick
  2. Side Cutter (menjahit langsung memotong pola Jahitan)
  3. Button holing (lubang kancing) jenis jahitan lockstick
  4. Button attaching (pasang kancing) jenis jahitan lockstick/chainstich
  5. Pasang karet (Untuk celana pendek bahan karet) jenis jahitan chainstich
  6. Mesin bartacking jenis jahitan lockstick
  7. Belt looping (pasang tali sabuk pinggang) jenis jahitan lockstick
  8. Lipat hemming bawah (jahitan langsung melipat Bawah) jenis jahitan lockstick
  9. Pocket welting (bobok Kantong jenis jahitan lockstick
  10. Eyelet buttonholing (lubang kancing mata ayam) jenis jahitan lockstick
  11. PL Crow mesin (untuk celana kargo) jenis jahitan lockstick
Finishing Machine :
  1. Iron steam : Gosokan uap
  2. Mesin pembalik kerah
  3. Vacuum table : Meja gosok daengan penyedot air di bawahnya meja
  4. Conveyor machine : Mesin gantungan baju
  5. Tagging gun : Mesin pelabelan

Soekarno Photo