Minggu, 22 Mei 2011
Sabtu, 07 Mei 2011
AJS Produk Tekstil Sampai Garment
TEKSTIL berasal dari bahasa latin, yaitu textiles yang berarti menenun atau tenunan. Namun secara umum tekstil diartikan sebagai sebuah barang/benda yang bahan bakunya berasal dari serat yang umumnya adalah kapas, polyester, rayon yang dipintal (spinning) menjadi benang dan kemudian dianyam/ditenun (weaving) atau dirajut (knitting) menjadi kain yang setelah dilakukan penyempurnaan (finishing) digunakan untuk bahan baku produk tekstil. Produk tekstil disini adalah pakaian jadi (garment), tekstil rumah tangga, dan kebutuhan industri.
PROSES PEMBUATAN KAIN DARI KAPAS SAMPAI KE BAHAN
Seperti yang telah kita ketahui, bahan baku utama untuk membuat kaos baik t-shirt maupun polo shirt adalah kain katun atau polyester. Sedangkan bahan untuk membuat kain katun adalah kapas dan polyester. Selama ini Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan akan kapas dari dalam negeri, sehingga masih mendatangkan dari luar negeri. Negara yang banyak memproduksi kapas adalah Cina , India , Pakistan ,Amerika ,Brazil dan Australia .
SERAT merupakan bahan baku yang paling utama untuk tekstil. Serat adalah benda padat yang mempunyai ciri atau bentuk khusus yaitu ukuran panjangnya relatif lebih besar dari ukuran lebarnya. Serat diperoleh yang berasal dari alam dan buatan, yang dapat dirinci sebagai berikut:
-Serat alam (natural fibers), adalah serat nabati (seperti kapas, linen, ramie, kapok, rosela, jute, sisal, manila, coconut, daun/sisal, sabut) dan serat hewani (seperti wool, sutera, cashmere, llama, unta, alpaca, vicuna).
-Serat buatan (man made fibers), adalah artificial fiber (seperti rayon, acetate), synthetics fiber (seperti polyester/tetoron, acrylic, nylon/poliamida), dan mineral (seperti asbes, gelas, logam). Untuk tekstil, serat yang banyak dipergunakan adalah:
- Kapas, adalah serat yang diperoleh dari biji tanaman kapas, yaitu sejenis tanaman perdu dan banyak digunakan untuk pakaian karena sifatnya yang menyerap keringat, sehingga nyaman dipakai dan stabilitas dimensi yang baik.
- Rayon, berasal dari kayu yang dimurnikan dan dengan zat-zat kimia. Banyak dipergunakan untuk tekstil rumah tangga seperti kain tirai/gorden, penutup kursi dan meja, kain renda, kain halus untuk pakaian dan pakaian dalam. Campuran rayon dan polyester banyak digunakan untuk bahan pakaian.
- Polyester, dibuat dari minyak bumi, yaitu asam tereftalat yang telah dimurnikan (pirified terephtalate acid/PTA) dan ethylene glycol. Polyester banyak digunakan untuk bahan pakaian (dicampur dengan kapas/rayon), dasi, kain tirai/gorden, tekstil industri (conveyor, isolator), pipa pemadam kebakaran, tali temali, jala, kain layar dan terpal.
Sedangkan serat lainnya untuk tekstil adalah:
- Polyamida/Nilon digunakan untuk stocking/kaos kaki, kain parasut, tali temali, terpal, jala, belt untuk industri, kain ban, tali pancing, karpet, kain penyaring.
- Polyuretan (spandex) digunakan untuk pakaian wanita, ikat pinggang, kaos tangan bedah, kaos kaki.
- Polyetilena digunakan untuk kain pelapis di furniture, tempat duduk mobil, kain untuk pakaian pelindung di industri yang menggunakan zat-zat kimia yang korosif, kain penyaring untuk penyaringan dengan suhu rendah, kain efek empuk. Polypropilena digunakan untuk keperluan industri, tali temali, karung pembungkus, jala ikan, permadani/carpet.
- Polyakrilik digunakan untuk selimut, kain rajut untuk sweater, baju hangat, scarft, tirai jendela, pakaian pelindung zat kimia, kain penyaring zat kimia, water softener filter, kain-lain berbulu.
- Serat Gelas, digunakan untuk isolasi listrik, kaos lampu, pembungkus kawat tembaga, pembungkus kabel listrik.
- Serat Carbon, digunakan untuk bodi pesawat terbang dan pesawat luar angkasa.
- Serat Metal/Logam, digunakan untuk benang hias baik di tekstil rumah tangga maupun tekstil pakaian.
Serat dari segi sifat bahannya dibedakan menjadi dua jenis/bentuk, yaitu:
- Filament, adalah serat yang sangat panjang yang panjangnya sejauh sampai habisnya bahan terulur. Semua serat buatan pada awalnya dibuat dalam bentuk filamen.
- Stapel, adalah serat pendek dan umumnya serat alam berbentuk stapel.
Untuk membuat bahan tersebut dimulai dari bahan baku yang paling dasar yaitu kapas. Ada beberapa tahapan proses:
Proses Spinning
Proses mengolah kapas atau polyester menjadi benang. Dari kapas proses selanjutnya untuk membuat kain, kaos disebut proses pemintalan atau didalam industri tekstil biasa disebut dengan PROSES SPINNING. Setelah proses pemintalan atau spinning, maka hasilnya adalah benang. Benang hasil pemintalan ini akan masuk ke proses berikutnya yang disebut SOFT WINDING/ER. Jenis-jenis benang yang dipintal berasal dari serat dapat diketahui urutan prosesnya:
- Carded Yarn (benang garuk) yang bahan bakunya berasal dari cotton, rayon dan polyester.
- Combed Yarn (benang sisir) yang bahan bakunya adalah cotton.
- Blended Yarn (benang campur) yang bahan bakunya campuran antara dua jenis serat, yaitu polyester dengan rayon atau polyester dengan cotton atau rayon dengan cotton.
- Open End Yarn (OE) yang bahan bakunya adalah cotton dan polyester.
Berdasarkan Konstruksinya.
- Single Yarn (benang tunggal) adalah benang yang terdiri dari satu helai.
- Double Yarn (benang rangkap) adalah benang yang terdiri dari dua benang atau lebih tanpa di twist.
- Multifold Yarn (benang gintir) adalah benang yang terdiri dari dua helai atau lebih yang dijadikan satu dengan diberi nama twist/twill.
Berdasarkan Panjang Seratnya.
- Staple Yarn (benang staple) adalah benang yang tersusun dari serat staple atau serat buatan dalam bentuk staple.
- Filament Yarn (benang filament) adalah benang yang tersusun dari serat buatan yang berupa filament.
Berdasarkan Penggunaannya.
- Warp Yarn (benang lusi) adalah benang yang digunakan untuk arah panjang kain pada proses weaving.
- Weft Yarn (benang pakan) adalah benang yang digunakan untuk arah lebar kain pada proses weaving.
- Knitting Yarn (benang rajut) adalah benang yang digunakan untuk pembuatan kain rajut (knitting fabric).
- Sewing Thread (benang jahit) adalah benang yang digunakan untuk menjahit.
- Fancy Yarn (benang hias) adalah benang yang dibuat dengan efek hias pada twistnya, antara lain seperti slub yarn. Contoh benang emas,perak
Berdasarkan Bahan Bakunya, yaitu: benang cotton, benang polyester, benang rayon, benang nylon, benang akrilik, benang polipropilen, benang R/C (benang rayon/cotton), benang T/R (benang polyester/rayon), benang T/C (benang polyester/cotton), dan lain-lain.
Soft winding/er
Proses penggulungan benang hasil dari pemintalan. Benang yang telah digulung melalui proses soft winding, akan masuk ke proses pencelupan benang. Tujuannya adalah untuk memberi warna pada benang sebelum ditenun menjadi kain. Jadi warna dari kain itu berasal dari proses pencelupan benang ini. Setelah proses pencelupan benang selesai kemudian benang dikeringkan. Proses selanjutnya setelah pencelupan atau pewarnaan pada benang adalah proses weaving.
Weaving
Disebut juga proses penenunan, yaitu proses mengolah benang menjadi kain. Sebelum masuk ke proses penenunan atau weaving,benang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Proses ini, mempersiapkan benang hingga terbentuk anyaman benang yang siap masuk ke mesin tenun. Setelah itu baru masuk ke proses dalam proses weaving atau penenunan.
Setelah proses penenunan selesai maka hasilnya adalah lembaran-lembaran kain. Kain-kain dari hasil mesin tenun ini kemudian masuk ke proses pemeriksaan atau disebut Shiage. Di proses ini kain akan dicek dan ditentukan gradenya.
Bila dari pemeriksaan ditemukan kecacatan maka kain dikirim ke bagian perbaikan. Di proses ini juga dilakukan proses klasifikasi kain sesuai dengan jenisnya. Untuk jenis t-shirt biasanya hasilnya berupa bahan cotton carded, cotton combed, atau Teteron Cotton. Sementara untuk polo shirt, biasanya terbuat dari jenis cotton pique yang berpori-pori lebih besar. Lulus dari proses pemeriksaan atau Shiage. Kain akan masuk ke proses pemolesan terhadap warna, penampilan dan pegangan (handling) disebut dengan proses Dyeing. Sebelum memasuki proses Dyeing, Ada jenis kain yang bisa dibedakan.
Kain merupakan hasil dari proses benang-benang yang dianyam/ditenun atau dirajut. Namun benang hasil pemintalan tidak bisa langsung ditenun atau dirajut, karena akan mudah putus ketika terjadi pergesekan antara benang lusi dan benang pakan pada waktu proses. Oleh sebab itu ada proses pekerjaan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum benang-benang tersebut ditenun atau dirajut :
- Benang-benang yang dari mesin pintal (ring spinning) berbentuk gulungan palet cones lalu digulung kembali melalui mesin penggulung (winding machine) menjadi bentuk gulungan cones, dengan maksud untuk proses selanjutnya agar lebih mudah dipasangkan pada mesin penggulungan (reeling) dalam proses pensejajaran benang arah lusi disebut WARPING.
- Apabila dikehendaki kain yang dihasilkan memiliki efek warna antara lusi dan pakan seperti Kain Sarung atau Kain Motif, maka benangnya terlebih dahulu mengalami proses pencelupan benang (yarn dyed).
- Setelah itu agar benang lebih licin agar tidak mudah putus ketika bergesekan, maka diproses ke sizing machine untuk dikanji.
- Setelah kering dari pengkanjian, benang-benang baru bisa diproses untuk ditenun atau dirajut.
- Proses tersebut, baik ditenun (dengan benang lusi dan pakan di mesin tenun) atau dirajut (rajut lusi dan pakan di mesin rajut) dengan cara gerakan silang-menyilang antara dua benang yang dilakukan secara teratur dan terus-menerus serta berulang kali dengan gerakan yang sama sehingga menjadi sebuah bentuk anyaman tertentu.
Jenis-jenis kain dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu:
- Kain Grey atau Kain Blacu, yaitu kain yang paling sederhana atau kain yang setelah ditenun kemudian dikanji dan diseterika namun tidak mengalami proses pemasakan dan pemutihan.
- Kain Finished adalah kain grey yang telah melalui proses-proses pemasakan, pemutihan, pencelupan (dyeing), pewarnaan (colouring), dan pencapan (printing). Secara umum, nama kainnya, antara lain seperti: Kain Putih (untuk pakaian jadi yang biasanya diberi warna atau dicap), Kain Mori (khusus untuk keperluan batik), Kain Percal (biasanya untuk pakaian jadi yang berkualitas), Kain Shirting (biasanya untuk pakaian dalam, sprei, sarung bantal), Kain Gabardine (biasanya untuk pakaian musim dingin), Kain Satin/Sateen (untuk dirangkap, penutup, penghias jendela), Kain Damas (biasanya untuk taplak meja, dekorasi mebel, serbet,), Kain Diaper (untuk popok bayi atau yang sejenisnya, karena kain ini mudah menyerap air), Kain Markis (untuk kelambu dan sejenisnya).
- Kain Rajut, kainnya lebih halus dan lebih lemas dengan sifat kainnya pun lebih elastis dan daya tembus udara lebih besar daripada kain tenun dan banyak digunakan untuk pakaian dalam (underwear), kaos kaki, shirt, sweaters atau overcoats, dan lainnya.
- Kain Non Woven, adalah semua kain yang bukan kain tenun dan kain rajut.
Dyeing
Proses ini merupakan proses terakhir dari proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku kapas atau polyester hingga menjadi kain. Sebelum kain dikirim ke pasaran ada proses terakhir yaitu proses penggulungan dan pengepakan kain sesuai dengan pesanan dari pelanggan. Sampai tahap ini selesailah proses produksi kain di pabrik. Kemudian kain akan dipasarkan ke pelanggan-pelanggan atau distributor dan pusat-pusat grosir kain. Dari pusat-pusat grosir inilah bisanya industri garmen mendapatkan supply bahan baku kain. Industri-industri garmen ini meliputi industri konveksi, sablon atau percetakan hingga ke level industri rumah tangga.
Sampai di level konveksi atau industri garment, kain-kain tersebut dipotong sesuai pola kaos atau polo shirt. Setelah dipotong kain kaos kemudian dijahit, dan dikemas sampai menjadi produk akhir seperti t-shirt, atau polo shirt dan kemeja. Industri garmen atau tekstil mulai dari hulu hingga hilir seperti disebut diatas saling memiliki ketergantungan. Sehingga sangat diperlukan stabilitas pasokan bahan baku dan harga agar industri garmen ini tetap tumbuh dan berkembang.
PRODUK TEKSTIL adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tekstil, baik yang setengah jadi maupun yang telah jadi. Yang termasuk dalam produk tekstil adalah:
- Pakaian jadi/clothing/garment adalah berbagai jenis pakaian yang siap pakai (ready to wear) dalam berbagai ukuran standar, antara lain: pakaian pria dan wanita (dewasa dan anak-anak), pakaian pelindung (mantel, jacket, sweater), pakaian seragam, pakaian olah raga, dan lain-lain. Pakaian jadi ini harus dibedakan dengan apparel, karena apparal ini selain mencakup pakaian jadi juga mencakup berbagai accessories seperti: sepatu, tas, perhiasan, tutup kepala atau kerudung, dasi, kaos kaki, dan accessories lainnya.
- Tekstil rumah tangga/house hold, seperti: bed linen, table linen, toilet linen, kitchen linen, curtain, dan lain-lain.
- Kebutuhan industri/industrial use, antara lain: canvas, saringan, tekstil rumah sakit, keperluan angkatan perang termasuk ruang angkasa, dan lain-lain.
Perang Dunia Ke II
Para perwira dari Divisi Gunung SS 'Prinz Eugen' sedang mengidentifikasi mayat partisan Yugoslavia yang berhasil ditembak mati beberapa saat sebelumnya
Sturmgeschütz III dari Divisi SS 'Hohenstaufen' melintasi mayat kamerad mereka dan sisa-sisa dari pertempuran sebelumnya. Tampaknya pertempuran masih belum berakhir karena si prajurit yang terbunuh ini masih belum dipindahkan dari tempat dia tewas!
Tentara Jerman ini menjadi korban ledakan bom dalam pertempuran di Wolchow
Prajurit Jerman yang tewas dalam pertempuran ini berasal dari Infanterie-Regiment 76. Dia dibaringkan dalam usungan sebelum dikuburkan di dekat gereja di Andrzejewo, September 1939
Mayat di atas bukanlah mayat prajurit Amerika, melainkan mayat Grenadier Jerman yang memakai seragam dan perlengkapan GI. Dia merupakan salah seorang anak buah Otto Skorzeny yang tertembak mati di Hotton tanggal 26 Desember 1944, salah satu babak dalam Pertempuran Bulge
Prajurit Jerman pertama yang tewas dalam Perang Dunia II, tepatnya tanggal 1 September 1939. Dia terbunuh dalam pertempuran memperebutkan Bukit 179 di dekat Chojnice, perbatasan antara Polandia dengan Jerman
Kesakitan kentara sekali terlihat di muka dari mayat prajurit Jerman ini. Panzerfaust dan sabuk peluru tergeletak di sampingnya
Tampak pilot ini terlempar keluar ketika pesawat Junkers Ju 87 'Stuka' yang dipilotinya nyungseb di rawa-rawa setelah terkena tembakan musuh. Yang jelas, posisinya sama-sama telentang!
Entahlah peledak apa yang telah menghantam Sturmgeschütz Ausf. G ini. Yang jelas, salah seorang krunya sampai mental keluar dan tersangkut di laras meriam saking dahsyatnya efek ledakan! Perhatikan pula lapisan baja StuG yang jebol sehingga bagian dalamnya tampak di luar
Nah, ini foto close-up dari si kru StuG yang malang...
Nah, dari angle sini kita bisa dengan jelas melihat kedua orang kru senapan mesin ini. Jenazah kedua lebih mengenaskan lagi, karena sebagian tubuhnya sudah gosong layaknya arang yang disebabkan oleh api yang sangat panas. Tak terbayang di akhirat nanti, dimana panas neraka berjuta kali lebih panas dari ini!
Sisa-sisa dari dua orang kru senapan mesin yang tewas mengenaskan, terpanggang di atas bagian mesin dari Panzerkampfwagen V Panther. Dari ekspresi si prajurit malang ini, kita bisa menduga betapa mengerikannya saat-saat terakhir sebelum maut menjemputnya! Tunggu dulu... Dua? Perasaan foto di atas cuma satu orang? Jawabannya lihat ke bawah, Broer!
Mayat stormtrooper SS yang terbunuh dalam musim dingin 1944-1945
Hasil dari penyergapan udara oleh pesawat-pesawat Sekutu terhadap konvoy Divisi Panzer SS ke-2 "Das Reich" di Mortain
Mayat para prajurit SS berserakan di medan pertempuran. Perang memang kejam, Jenderal!
Demi menolong teman-temannya yang berusaha menyelamatkan diri dari kepungan pasukan Sekutu di kantong Argentan-Falaise (1944), Unterscharführer dari Divisi Panzer SS ke-1 "Leibstandarte Adolf Hitler" ini tinggal di belakang untuk menahan laju musuh. Nasibnya sudah bisa diduga, dan dia terbunuh oleh pasukan Kanada tanggal 16 Agustus 1944...
Pasukan SS dalam mobil ini telah disergap oleh tentara Amerika, dan berondongan senapan mesin meriwayatkan seluruh penumpang mobil ini
ak kuat atas derasnya serangan tentara Soviet, para pasukan SS ini akhirnya menyerah. Hutan yang berantakan cukuplah sebagai bukti bagaimana dahsyatnya pertempuran yang terjadi sebelumnya, jangan pula lupakan mayat teman-teman mereka (SS) yang tewas dalam pertempuran, bergelimpangan di mana-mana!
Seorang perwira rendah (NCO) SS bermaksud untuk menghancurkan sebuah tank T-34 Rusia dengan granat tangan seorang diri. Sayangnya dia keburu terbunuh sebelum usahanya berhasil. Pekerjaan tersebut dituntaskan oleh Sturmgeschütz Jerman yang kebetulan berada disitu. Di foto ini kita bisa melihat seluruh rangkaian komponen yang membangun peristiwa ini : Si jenazah NCO yang malang sedang buru-buru dipindahkan oleh teman-temannya dari medan pertempuran; T-34 yang mengeluarkan asap setelah terkena tembakan telak; dan the real killer of T-34 : StuG!
Langganan:
Postingan (Atom)


























































