Sabtu, 07 Mei 2011

Cor Jalan di Tepi Jurang























Patung Merlion Singapore

Merlion atau Harimau laut (Hanzi sederhana: 鱼尾狮; pinyin: Yúwěishī) adalah patung yang berkepala singa dengan badan seperti ikan. Namanya merupakan gabungan dari ikan duyung dan singa. Merlion dirancang oleh Fraser Brunner untuk Badan Pariwisata Singapura (STB) pada 1964 dan dipergunakan sebagai logonya hingga 1997. Perdana Menteri saat itu, Lee Kuan Yew, meresmikan upacara pemasangan Merlion di Singapura pada 15 September 1972. Merlion tetap menjadi lambang merek dagangnya hingga sekarang. Ia juga seringkali muncul dalam suvenir yang disetujui oleh STB. Patung asli Merlion berdiri di mulut Sungai Singapura sementara sebuah replika yang lebih tinggi dapat ditemukan di Pulau Sentosa. Tinggi Merlion ini 8,6 meter dan beratnya 70 ton. Patung Merlion dibangun dari campuran semen oleh seniman Singapura, Lim Nang Seng.
Menurut kampanye publikasi Badan Pariwisata Singapura, makhluk berkepala singa dan bertubuh ikan ini mengingatkan akan kisah tentang Sang Nila Utama yang legendaris, yang melihat seekor singa selagi berburu di sebuah pulau, dalam perjalanannya ke Malaka. Pulau itu belakangan dikenal sebagai pelabuhan Temasek, yang kemudian menjadi Singapura


Ada lima Merlion resmi yang disetujui oleh Badan Pariwisata Singapura, yaitu dua di Merlion Park (karya pematung Lim Nang Seng, selesai 1972), sebuah Merlion yang lebih kecil dan yang lainnya adalah Merlion yang utama. Merlion lainnya termasuk:
Patung besar dengan tinggi 37 meter di pulau Sentosa
Patung dengan tinggi 3 meter di Tourism Court dekat Grange Road.
Patung dengan tinggi 3 meter di Mount Faber Point.









Plat Nomor kendaraan Di Indonesia

SEJARAH TENTANG PLAT NOMOR KENDARAAN INDONESIA
Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), atau sering kali disebut plat nomor atau nomor polisi (nopol) adalah plat aluminium tanda kendaraan bermotor di Indonesia yang telah didaftarkan pada Kantor Bersama Samsat.

SPESIFIKASI TEKNIS
  1. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berbentuk plat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris.
  2. Baris pertama menunjukkan: kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka), dan kode/seri akhir wilayah (huruf)
  3. Baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku
  4. Bahan baku TNKB adalah aluminium dengan ketebalan 1 mm. Ukuran TNKB untuk kendaraan bermotor roda 2 dan roda 3 adalah 250x105 mm, sedangkan untuk kendaraan bermotor roda 4 atau lebih adalah 395x135 mm. Terdapat cetakan garis lurus pembatas lebar 5 mm diantara ruang nomor polisi dengan ruang angka masa berlaku.
  5. Pada sudut kanan atas dan sudut kiri bawah terdapat tanda khusus (security mark) cetakan lambang Polisi Lalu Lintas, sedangkan pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri ada tanda khusus cetakan "DITLANTAS POLRI" (Direktorat Lalu Lintas Kepolisian RI) yang merupakan hak paten pembuatan TNKB oleh Polri dan TNI.
Warna tanda nomor kendaraan bermotor yang sudah ditetapkan sebagai berikut:
  • Kendaraan bermotor bukan umum dan kendaraan bermotor sewa: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih
  • Kendaraan bermotor umum: warna dasar kuning dengan tulisan berwarna hitam
  • Kendaraan bermotor milik pemerintah: warna dasar merah dengan tulisan berwarna putih
  • Kendaraan bermotor korps diplomatik negara asing: warna dasar putih dengan tulisan berwarna hitam
  • Kendaraan bermotor staf operasional korps diplomatik negara asing: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih dan terdiri dari lima angka dan kode angka negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian.
  • Kendaraan bermotor untuk transportasi dealer (pengiriman dari perakitan ke dealer, atau dealer ke dealer): warna dasar putih dengan tulisan berwarna merah. 
NOMOR POLISI
Nomor polisi diberikan sesuai dengan urutan pendaftaran kendaraan bermotor. Nomor urut tersebut terdiri dari 1-4 angka, dan ditempatkan setelah Kode Wilayah Pendaftaran. Nomor urut pendaftaran dialokasikan sesuai kelompok jenis kendaraan bermotor (untuk wilayah DKI Jakarta):

1 - 2999, 8000 - 8999 dialokasikan untuk kendaraan penumpang.
3000 - 6999, dialokasikan untuk sepeda motor.

Mulai Februari 2010 nomor kendaraan untuk Jakarta Timur (berkode T) telah habis untuk nomor 6, maka dimulai dengan angka 3.
7000 - 7999, dialokasikan untuk bus.
9000 - 9999, dialokasikan untuk kendaraan beban.
Apabila nomor urut pendaftaran yang telah dialokasikan habis digunakan, maka nomor urut pendaftaran berikutnya kembali ke nomor awal yang telah dialokasikan dengan diberi tanda pengenal huruf seri A - Z di belakang angka pendaftaran. Apabila huruf di belakang angka sebagai tanda pengenal kelipatan telah sampai pada huruf Z, maka penomoran dapat menggunakan 2 huruf seri di belakang angka pendaftaran. Khusus untuk DKI Jakarta, dapat menggunakan hingga 3 huruf seri di belakang angka pendaftaran, sesuai kategori atau dengan permintaan khusus.
Format kategori 3 huruf seri umum yaitu: B XXXX XYZ
X = Umumnya mewakili tempat kendaraan tersebut terdaftar
Huruf yang mewakili kategori tempat terdaftarnya kendaraan:
U = Jakarta Utara
B = Jakarta Barat
P = Jakarta Pusat
S = Jakarta Selatan
T = Jakarta Timur
E = Depok
N = Tangerang Selatan / Tangerang Kabupaten (Belum Jelas)
C = Tangerang Kota
V = Tangerang Kota
K = Bekasi Kota
F = Bekasi Kabupaten
W = Tangerang Selatan / Tangerang Kabupaten (Belum Jelas)
Y = Umumnya jenis kedaraan berdasar golongan

Huruf yang mewakili kategori kendaraan:
A = Sedan / Motor
F = Minibus, Hatchback, City Car
J = Jip dan SUV
D = Truk
T = Taksi
U = Kendaraan Staf Pemerintah 
Q= Kendaraan Staf Pemerintah (contoh: B 1234 FQN untuk Pemerintah Kabupaten Bekasi
B 1234 KQN untuk Pemerintah Kota Bekasi)
Z = Huruf acak yang diberikan untuk pembeda
Contoh: B XXXX PAA = Mobil tersebut terdaftar di Jakarta Pusat (P), berjenis sedan (A), dan memiliki huruf pembeda (A).
Untuk kendaraan dinas dan operasional pemerintah eselon tinggi seperti menteri dan jajarannya, saat tidak menghadiri acara kenegaraan atau berdinas, maka 3 huruf seri akhir plat akan menggunakan format RF dan huruf pembeda sesuai kategori jabatan. Jika digunakan untuk mengikuti acara kenegaraan atau berdinas makan plat akan diubah menjadi RI-XX.
Contoh: B 1234 RFS = Mobil tersebut adalah mobil dinas atau operasional kementerian eselon tinggi.

PRESIDEN dan PEJABAT PEMERINTAHAN PUSAT
Mobil dinas pejabat negara memiliki plat nomor khusus. Jika pada saat pejabat tersebut bertugas ke wilayah di luar ibukota RI atau kunjungan dinas ke luar negeri, maka plat nomor tersebut akan dipasangkan pada mobil yang dinaiki oleh pejabat bersangkutan. Berikut adalah daftar nomor polisi untuk kenderaan pejabat penting di Indonesia:
* RI 1 = Presiden
* RI 2 = Wakil Presiden
* RI 3 = Istri/suami presiden (Ibu Negara / Bapak Negara)
* RI 4 = Istri/suami wakil presiden (Wakil Ibu Negara / Wakil Bapak Negara)
* RI 5 = Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
* RI 6 = Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
* RI 7 = Ketua Dewan Perwakilan Daerah
* RI 8 = Ketua Mahkamah Agung
* RI 9 = Ketua Mahkamah Konstitusi
* RI 10 = Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
* RI 11 = Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
* RI 12 = Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
* RI 13 = Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
* RI 14 = Menteri Sekretaris Negara
* RI 15 = Sekretaris Kabinet
* RI 16 = Menteri Dalam Negeri
* RI 17 = Menteri Luar Negeri
* RI 18 = Menteri Pertahanan
* RI 19 = Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
* RI 20 = Menteri Keuangan
* RI 21 = Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
* RI 22 = Menteri Perindustrian
* RI 23 = Menteri Perdagangan
* RI 24 = Menteri Pertanian
* RI 25 = Menteri Kehutanan
* RI 26 = Menteri Perhubungan
* RI 27 = Menteri Kelautan dan Perikanan
* RI 28 = Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
* RI 29 = Menteri Pekerjaan Umum
* RI 30 = Menteri Kesehatan
* RI 31 = Menteri Pendidikan Nasional
* RI 32 = Menteri Sosial
* RI 33 = Menteri Agama
* RI 34 = Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
* RI 35 = Menteri Komunikasi dan Informatika
* RI 36 = Menteri Negara Riset dan Teknologi
* RI 37 = Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
* RI 38 = Menteri Negara Lingkungan Hidup
* RI 39 = Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
* RI 40 = Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
* RI 41 = Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
* RI 42 = Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas
* RI 43 = Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
* RI 44 = Menteri Negara Perumahan Rakyat
* RI 45 = Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
* RI 46 = Jaksa Agung
* RI 47 = Panglima Tentara Nasional Indonesia
* RI 48 = Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
* RI 49 = Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
* RI 52 = Wakil Ketua DPR
* RI 59 = Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan

KODE NOPOL KENDARAAN KORPS DIPLOMATIK dan KONSULER
Mobil milik korps diplomatik (Kedutaan besar maupun organisasi internasional) memiliki kode khusus, yakni CD (singkatan dari Corps Diplomatique) atau CC (singkatan dari Corps Consulaire), diikuti dengan angka. Untuk mendapatkan STNK dan BPKB, haruslah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Luar Negeri. Kendaraan dengan nomor polisi ini secara sah sudah berada di luar teritori (extrateritorial) hukum dan regulasi Republik Indonesia.

Berikut adalah daftar nomor polisi untuk korps diplomatik di Indonesia :
* CD 12 = Amerika Serikat
* CD 13 = India
* CD 14 = Perancis
* CD 15 = Vatikan
* CD 16 = Norwegia
* CD 17 = Pakistan
* CD 18 = Myanmar
* CD 19 = Republik Rakyat Cina
* CD 20 = Swedia
* CD 21 = Arab Saudi
* CD 22 = Thailand
* CD 23 = Mesir
* CD 24 = Perancis
* CD 25 = Filipina
* CD 26 = Australia
* CD 27 = Irak
* CD 28 = Belgia
* CD 29 = Uni Emirat Arab
* CD 30 = Italia
* CD 31 = Swiss
* CD 32 = Jerman
* CD 33 = Sri Lanka
* CD 34 = Denmark
* CD 35 = Kanada
* CD 36 = Brasil
* CD 37 = Rusia
* CD 38 = Afganistan
* CD 39 = Yugoslavia (Serbia ?)
* CD 40 = Republik Ceko
* CD 41 = Finlandia
* CD 42 = Meksiko
* CD 43 = Hongaria
* CD 44 = Polandia
* CD 45 = Iran
* CD 47 = Malaysia
* CD 48 = Turki
* CD 49 = Jepang
* CD 50 = Bulgaria
* CD 51 = Kamboja
* CD 52 = Argentina
* CD 53 = Romania
* CD 54 = Yunani
* CD 55 = Yordania
* CD 56 = Austria
* CD 57 = Suriah
* CD 58 = Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP)
* CD 59 = Selandia Baru
* CD 60 = Belanda
* CD 61 = Yaman
* CD 62 = Kesatuan Pos Sedunia (UPU)
* CD 63 = Portugal
* CD 64 = Aljazair
* CD 65 = Korea Utara
* CD 66 = Vietnam
* CD 67 = Singapura
* CD 68 = Spanyol
* CD 69 = Bangladesh
* CD 70 = Panama
* CD 71 = Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF)
* CD 72 = Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO)
* CD 73 = Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO)
* CD 74 = Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
* CD 75 = Korea Selatan
* CD 76 = Bank Pembangunan Asia (ADB)
* CD 77 = Bank Dunia
* CD 78 = Dana Moneter Internasional (IMF)
* CD 79 = Organisasi Buruh Internasional (ILO)
* CD 80 = Papua Nugini
* CD 81 = Nigeria
* CD 82 = Chili
* CD 83 = Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi (UNHCR)
* CD 84 = Program Pangan Dunia (WFP)
* CD 85 = Venezuela
* CD 86 = ESCAP
* CD 87 = Kolombia
* CD 88 = Brunei
* CD 89 = UNIC
* CD 90 = IFC
* CD 91 = United Nations Transitional Administration in East Timor
* CD 97 = Palang Merah
* CD 98 = Maroko
* CD 99 = Uni Eropa
* CD 100 = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN   Sekretariat)
* CD 101 = Tunisia
* CD 102 = Kuwait
* CD 103 = Laos
* CD 104 = Palestina
* CD 105 = Kuba
* CD 106 = Organisasi Antar-Parlemen ASEAN (AIPO)
* CD 107 = Libya
* CD 108 = Peru
* CD 109 = Slowakia
* CD 110 = Sudan
* CD 111 = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Yayasan)
* CD 112 = (Utusan)
* CD 113 = Center for International Forestry Research (CIFOR)
* CD 114 = Bosnia-Herzegovina
* CD 115 = Lebanon
* CD 116 = Afrika Selatan
* CD 117 = Kroasia
* CD 118 = Ukraina
* CD 119 = Mali
* CD 120 = Uzbekistan
* CD 121 = Qatar
* CD 122 = United Nations Population Fund (UNFPA)
* CD 123 = Mozambik
* CD 124 = Kepulauan Marshall

Sedangkan mobil operasional staf korps diplomatik memiliki nomor polisi serupa dengan kendaraan pribadi (dasar hitam dengan tulisan putih) namun dengan format khusus yakni memiliki lima angka dan kode angka negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian.
Contoh: "B 12345 21" berarti mobil ini adalah kendaraan operasional staff korps diplomatik Saudi Arabia. Pada KTT Asia-Afrika 2005, kendaraan para pesertanya dipasang plat nomor dengan kode KAA.

NOPOL KENDARAAN DI KEPULAUAN INDONESIA
Sumatera
* BL = Nanggroe Aceh Darussalam
* BB = Sumatera Utara Bagian Barat (Tapanuli)
* BK = Sumatera Utara
* BA = Sumatera Barat
* BM = Riau
* BP = Kepulauan Riau
* BG = Sumatera Selatan
* BN = Kepulauan Bangka Belitung
* BE = Lampung
* BD = Bengkulu
* BH = Jambi

Jawa
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat
* A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang.

* B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi(B-K**), Kota Depok
* D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat
* E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten indramayu, Kabupaten Majalengka. Kabupaten Kuningan (E - YA/YB/YC/YD)
* F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten/Kota Sukabumi
* T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang
* Z = Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar.

Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
* G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G - B)/Kota Pekalongan (G - A), Kabupaten (G - F)/Kota Tegal (G - E), Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang (G - C), Kabupaten Pemalang (G - D)
* H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal (H - D)

Kabupaten Demak
* K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (K - A), Kabupaten Kudus (K - B), Kabupaten Jepara (K - C)

Kabupaten Rembang (K - D), Kabupaten Blora (K - E), Kabupaten Grobogan
* R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas (R - A/H/S), Kabupaten Cilacap (R - B/K/T) Kabupaten Purbalingga (R - C), Kabupaten Banjarnegara
* AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo
* AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo
* AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta (AD), Kabupaten Sukoharjo (AD - B), Kabupaten Boyolali (AD - D), Kabupaten Sragen (AD - E), Kabupaten Karanganyar (AD - F), Kabupaten Wonogiri (AD - G), Kabupaten Klaten (AD - C)

Jawa Timur
* L = Kota Surabaya
* M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan
* N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kota Batu
* P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi
* S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang
* W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik
* AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan
* AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek.

Catatan:
  1. Daerah dengan kode wilayah Z sebelumnya memiliki kode wilayah D (eks Karesidenan Parahyangan)
  2. Jombang memiliki kode wilayah S sejak tahun 2005, sebelumnya memiliki kode wilayah W
  3. Daerah dengan kode wilayah W sebelumnya memiliki kode wilayah L (eks Karesidenan Surabaya)
Bali dan Nusa Tenggara
* DK = Bali
* DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah
* EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu Kabupaten/Kota Bima)
* DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao)
* EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai,Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)
* ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur)

Kalimantan
* KB = Kalimantan Barat
* DA = Kalimantan Selatan
* KH = Kalimantan Tengah
* KT = Kalimantan Timur

Sulawesi
* DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow. Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan)

* DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud)
* DM = Gorontalo
* DN = Sulawesi Tengah
* DT = Sulawesi Tenggara
* DD = Sulawesi Selatan
* DC = Sulawesi Barat

Maluku dan Papua
* DE = Maluku
* DG = Maluku Utara
* DS = Papua dan Papua Barat
Lainnya :
* DF = Timor Timur (tidak digunakan, karena telah menjadi negara tersendiri)

Rencana Ibukota Jakarta di Pindahkan

SBY tengah memikirkan lokasi baru pusat pemerintahan. Kalau seperti Malaysia itu tanggung dan tidak sepenuh hati. Cuma 40 km. Sehingga sebagian tidak pindah rumah dan akhirnya jadi jauh dan macet. *Harusnya seperti Brazil yang memindahkan ibukotanya begitu jauh dari Rio de Janeiro ke Brasilia, atau Amerika Serikat dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin.
*Karena jauh akhirnya pada pindah rumah. Kalau dekat, misalnya di Jonggol atau Sentul, niscaya orang Tangerang, Bogor, Jakarta, Bekasi, Depok tetap tinggal di rumahnya dan berkantor di ibukota baru. Jalan jauh dan kemacetan pun terus berlangsung.

Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta
Pertama-tama kita harus sadar bahwa pemindahan ibukota dari satu kota ke kota lain adalah hal yang biasa dan pernah dilakukan. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Indonesia sendiri pernah memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta.

Over Populasi (Jumlah penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang dan Korea Selatan tengah merencanakan pemindahan ibukota negara mereka. Jepang ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Korsel pun begitu karena wilayah kota Seoul dan sekitarnya jumlah penduduknya sudah mencapai 22 juta. Bekas ibukota AS, New York dan sekitarnya total penduduknya mencapai 22 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000 penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta jiwa.
Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta ke Jonggol.
Kenapa kita harus memindahkan ibukota dari Jakarta? Apa tidak repot? Apa biayanya tidak terlalu besar? Jawaban dari pertanyaan ini harus benar-benar tepat dan beralasan. Jika tidak, hanya buang-buang waktu, tenaga, dan biaya.
Pertama kita harus sadar bahwa ibukota Jakarta di mana lebih dari 80% uang yang ada di Indonesia beredar di sini merupakan magnet yang menarik penduduk seluruh dari Indonesia untuk mencari uang di Jakarta. Arus urbanisasi dari daerah ke Jakarta begitu tinggi. Akibatnya jika penduduk Jakarta pada zaman Ali Sadikin tahun 1975-an hanya sekitar 3,5 juta jiwa, saat ini jumlahnya sekitar 10 juta jiwa. Pada hari kerja dengan pekerja dari wilayah Jabotabek, penduduk Jakarta menjadi 12 juta jiwa.

Jumlah penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan sekitar 23 juta jiwa. Padahal tahun 1986 jumlahnya hanya sekitar 14,6 juta jiwa (MS Encarta). Jika Jakarta terus dibiarkan jadi ibukota, maka jumlah ini akan terus membengkak dan membengkak. Akibatnya kemacetan semakin merajalela. Jumlah kendaraan bertambah. Asap kendaraan dan polusi meningkat sehingga udara Jakarta sudah tidak layak hirup lagi. Pohon-pohon, lapangan rumput, dan tanah serapan akan semakin berkurang diganti oleh aspal dan lantai beton perumahan, gedung perkantoran dan pabrik. Sebagai contoh berbagai hutan kota atau tanah lapang di kawasan Senayan, Kelapa Gading, Pulomas, dan sebagainya saat ini sudah menghilang diganti dengan Mall, gedung perkantoran dan perumahan.

Hal-hal di atas akan mengakibatkan:
Jakarta akan jadi kota yang sangat macet. Dengan banyaknya orang bekerja di Jakarta padahal rumah mereka ada di pinggiran Jabotabek, akan mengakibatkan pemborosan BBM. Paling tidak ada sekitar 6,5 milyar liter BBM dengan nilai sekitar Rp 30 trilyun yang dihabiskan oleh 2 juta pelaju ke Jakarta setiap tahun.


Dengan kemacetan dan jauhnya jarak perjalanan, orang menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam per hari hanya untuk perjalanan kerja.
Stress meningkat akibat kemacetan di jalan.
Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) juga meningkat karena orang berada lama di jalan dan menghisap asap knalpot kendaraan
Banjir dan kekeringan akan semakin meningkat karena daerah resapan air terus berkurang. Jumlah penduduk Indonesia akan terpusat di wilayah Jabodetabek. Saat ini saja sekitar 30 juta dari 200 juta penduduk Indonesia menempati area 1500 km2 di Jabodetabek. Atau 15% penduduk menempati kurang dari 1% wilayah Indonesia.

Pembangunan akan semakin tidak merata karena kegiatan pemerintahan, bisnis, seni, budaya, industri semua terpusat di Jakarta dan sekitarnya. Tingkat Kejahatan/Kriminalitas akan meningkat karena luas wilayah tidak mampu menampung penduduk yang terlampau padat.

Timbul bahaya kelaparan karena over populasi dan sawah berubah jadi rumah, kantor, dan pabrik. Saat ini pulau Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia 7 x lipat lebih padat daripada RRC. Kepadatan penduduk di Jawa 1.007 orang/km2 sementara di RRC hanya 138 orang/km2. Tak heran di pulau Jawa banyak orang yang kelaparan dan makan nasi aking.
*Untuk itu diperlukan penyebaran pusat kegiatan di berbagai kota di Indonesia. Sebagai contoh, di AS pusat pemerintahan ada di Washington DC yang jumlah penduduknya hanya 563 ribu jiwa. Sementara pusat bisnis ada di New York dengan populasi 8,1 juta. Pusat kebudayaan ada di Los Angeles dengan populasi 3,9 juta. Pusat Industri otomotif ada di Detroit dengan jumlah penduduk 911.000 jiwa.

Di AS kegiatan tersebar di beberapa kota. Tidak tertumpuk di satu kota. Sehingga pembangunan bisa lebih merata. Indonesia juga harus begitu. Semua kegiatan jangan terpusat di Jakarta. Jika tidak, maka jumlah penduduk kota Jakarta akan terus membengkak. Dalam 10-20 tahun, Jakarta akan jadi kota yang mati/semrawut karena jumlah penduduk yang terlampau banyak (saat ini saja kemacetan sudah luar biasa).

Biarlah Jakarta cukup menjadi pusat bisnis. Untuk pusat pemerintahan, sebaiknya dipindahkan ke Kalimantan Tengah. Kenapa Kalimantan Tengah? Kenapa tidak di Jawa, Sulawesi, atau Sumatra?
Pertama Jawa adalah pulau kecil yang sudah terlampau padat penduduknya. Luas pulau Jawa hanya 134.000 km2 sementara jumlah penduduknya sekitar 135 juta jiwa. Kepadatannya sudah mencapai lebih dari 1.000 jiwa per km2. Apalagi pulau Jawa yang subur dengan persawahan yang sudah mapan seharusnya dipertahankan tetap jadi lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Kalau dipaksakan di Jawa, maka luas sawah akan berkurang sebanyak 50.000 hektar! Produksi beras/pangan lain akan berkurang sekitar 200 ribu ton per tahun! Indonesia akan semakin kekurangan pangan karenanya. Selama ibukota tetap di Jawa, pulau Jawa akan semakin padat dan pembangunan tidak tersebar ke seluruh Indonesia. Jawa sudah kebanyakan penduduk/over-crowded!

Ada pun pulau Sumatera letaknya relatif agak di Barat. Dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta, pembangunan di Sumatera sudah cukup lumayan. Sulawesi dengan luas 189.000 km2 dan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa masih terlalu kecil wilayahnya. Sumatera dan Sulawesi adalah pulau yang subur dan cocok untuk pertanian. Jadi sayang jika pertumbuhan jumlah penduduk dipusatkan di situ. Belum lagi kedua wilayah ini rawan dengan gempa bumi dan tsunami.

Ada pun Kalimantan luasnya 540.000 km2 dengan jumlah penduduk hanya 12 juta jiwa. Pulau Kalimantan jauh lebih luas dibanding pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dan jumlah penduduknya justru paling sedikit.
Di pulau Kalimantan juga tidak ada gunung berapi dan merupakan pulau yang teraman dari gempa. Sementara di pesisir Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa juga ombak relatif tenang dan aman dari Tsunami. Ini cocok untuk jadi tempat ibukota Indonesia yang baru.

Sebaliknya Jakarta begitu dekat dengan gunung Krakatau yang ledakkannya 30 ribu x bom atom Hiroshima dengan tsunami setinggi 40 meter. Efek ledakan Krakatau terasa sampai Afrika dan Australia. Sekarang gunung Krakatau yang dulu rata dengan laut telah “tumbuh” setinggi 800 meter lebih dengan kecepatan “tumbuh” sekitar 7 meter/tahun. Sebagian ahli geologi memperkirakan letusan kembali terulang antara 2015-2083. Jadi Jakarta tinggal “menunggu waktu” saja.

Tentang Raja Di Kartu Remi

Dalam kartu remi, kita menganl 4 simbol yang berbeda satu sama lain... 
yaitu Sekop, Keriting ( clover ), Hati ( heart ), dan wajik... tapi, apakah kalian mengetahui siapa saja raja yang menjadi simbol dalam kartu tersebut ? 4 simbol raja pada kartu remi, ternyata melambangkan 4 raja yang terkenal di jaman masing-masing:
1. sekop = David/Raja Daud

Daud ( داود Dāwūd) ialah nabi sekaligus raja Bani Israil. Semenjak masih muda telah menyertai tentera Bani Israil di bawah pimpinan Thalut melawan pasukan bangsa Palestin yang dipimpin Jalut (Goliath). Daudlah yang berhasil membunuh Jalut, sehingga dipuji sebagai pahlawan perang. Setelah Raja Thalut meninggal, Daud menggantikannya sebagai raja. Allah mengangkat Daud sebagai nabi dan rasul-Nya. Kepadanyalah diturunkan kitab Zabur. Ia memiliki sejumlah mukjizat, kecerdasan akal, mengerti bahasa burung, dan melembutkan besi hanya dengan menggunakan tangan kosong dan Daud juga memiliki suara yang paling merdu dari semua suara umat manusia, sama seperti Yusuf yang diberikan wajah yang paling tampan.
Daud yang mulai pembangunan Bait Suci yaitu Baitul Muqaddis yang telah diselesaikan oleh anaknya Sulaiman, yang kemudian sekarang menjadi tempat Masjid Al-Aqsa. Daud meninggal dalam usia 100 tahun dan dikebumikan di Baitul Muqaddis.

2.Keriting = Alexander the Great/Iskandar Agung 
Alexander (yang) Agung, juga dieja: Aleksander (yang) Agung, (bahasa Yunani: Μέγας Ἀλέξανδρος ("Megas Alexandros"), bahasa Inggris: Alexander the Great) adalah seorang penakluk asal Makedonia. Ia diakui sebagai salah seorang pemimpin militer paling jenius sepanjang zaman. Ia juga menjadi inspirasi bagi penakluk-penakluk seperti Hannibal, Pompey dan Caesar dari Romawi, dan Napoleon. Dalam masa pemerintahannya yang singkat, Alexander mampu menjadikan Makedonia sebagai salah satu kekaisaran terbesar di dunia.

3.Hati = Charlemagne/ Raja Prancis 
Karel yang Agung atau Karel Agung (Perancis: Charlemagne; bahasa Latin: Carolus Magnus atau Karolus Magnus; bahasa Jerman: Karl der Große; bahasa Inggris: Charles the Great, bahasa Italia: Carlo Magno) (742 atau 747 – 28 Januari 814), adalah raja kaum Frank dari 768 sampai 814 dan kaum Lombard dari 774 sampai 814. Ia dinobatkan sebagai Imperator Augustus di Roma pada hari natal tahun 800 oleh Paus Leo III, dan karenanya dianggap merupakan pendiri Kekaisaran Romawi Suci (dengan gelar Karel I). Melalui penaklukan dan pertahanan, ia mengukuhkan dan mengembangkan kekuasaannya hingga meliputi sebagian besar Eropa Barat. Ia sering dianggap merupakan bapak pendiri Perancis dan Jerman, bahkan kadang sebagai Bapak pendiri Eropa. Ia adalah kaisar pertama di Barat sejak runtuhnya Kekaisaran Romawi.

4.Wajik =Julius Caesar
Gaius Julius Caesar (Latin: C·IVLIVS·C·F·C·N·CAESAR¹) (13 Juli 100 SM–15 Maret 44 SM) adalah seorang pemimpin militer dan politikus Romawi yang kekuasaannya terhadap Gallia Comata memperluas dunia Romawi hingga Oceanus Atlanticus, melancarkan serangan Romawi pertama ke Britania, dan memperkenalkan pengaruh Romawi terhadap Gaul (Perancis kini), sebuah pencapaian yang akibat langsungnya masih terlihat hingga kini.

Julius Caesar bertarung dan memenangkan sebuah perang saudara yang menjadikannya penguasa terhebat dunia Romawi, dan memulai reformasi besar-besaran terhadap masyarakat dan pemerintah Romawi. Dia menjadi diktator seumur hidup, dan memusatkan pemerintahan yang makin melemah dalam republik tersebut. 

Caesar meninggal dunia pada 15 Maret 44 SM akibat ditusuk hingga mati oleh Marcus Junius Brutus dan beberapa senator Romawi. Aksi pembunuhan terhadapnya pada hari Idi Maret tersebut menjadi pemicu perang saudara kedua yang menjadi akhir Republik Romawi dan awal Kekaisaran Romawi di bawah kekuasaan cucu lelaki dan putra angkatnya, Kaisar Augustus. 

Kampanye militer Julius Caesar diketahui secara mendetil melalui tulisannya sendiri Kumpulan Komentar (Commentarii), dan banyak dari kisah hidupnya yang direkam sejarawan seperti Gaius Suetonius Tranquillus, Mestrius Plutarch, dan Lucius Cassius Dio.

4 jenis kartu (sekop, wajik, keriting, hati) = 4 musim dalam 1 tahun.
52 kartu = 52 minggu dalam 1 tahun
13 kartu/jenis = 13 fase bulan

Cara Memperbesar Dan Mengencangkan Payudara

Perawatan untuk memperkencang dan memperbesar payudara secara alami ataupun operasi memiliki satu persamaan yaitu butuh ketelatenan dan kasabaran. Tipsnya I :
  1. Lepaskan semua baju, bra, dan cd (bugil maksudnya)
  2. Kaki wajib menapak lantai kamar mandi supaya “chi” dari alam bisa masuk dalam tubuh.
  3. Rapatkan gigi dan pejamkan mata.
  4. Tarik plus angkat pantat ke belakang dan angkat payudara sampe tubuh kalian tegap.
  5. Gunakan sabun cair di telapak tangan dan lakukan massage di bawah ini.
Massage untuk memperbesar dan mengencangkan payudara:
  1. Tangkupkan telapak tangan hingga tepi payudara, putar searah jarum jam.
  2. Putar pijatan hingga tepi payudara namun berlawanan arah jarum jam.
  3. Pijat payudara dengan arah atas ke bawah.
  4. Terakhir,pijat payudara dari arah bawah ke atas.
  5. Lakukan masing-masing massage sebanyak 8 putaran. Dan jangan lupa tahan nafas selama 10 detik untuk tiap massage.

Harus diingat, tidak ada yang didapat dengan mudah. Artinya semua hal luar biasa yang kamu bakal capai harus rutin melakukan perawatan.

Tips ke-dua
Payudara yang tak lagi sekencang waktu masih gadis, memang wajar terjadi. Apalagi usia Anda sudah merambat naik, sehingga payudara pun mulai sedikit turun. Yang terjadi adalah, jaringan pengikat sendi yang menahan payudara mulai mengendur, sehingga payudara Anda sedikit turun. Selain itu kulit tidak lagi kaku, sehingga kelenjar susu mengkerut dan lemak menggantikan kelenjar tersebut. Bentuk dan sistem penundaannya pun berubah. Tetapi Anda tak perlu khawatir. Untuk urusan wanita, selalu ada cara untuk mencegah atau memperbaikinya. 
Berikut 10 Tips Cara Mengencangkan Payudara :
  1. Hal pertama yang dapat dilakukan untuk mencegah bentuk payudara berubah adalah dengan mengatur posisi tidur. Jangan membiasakan diri tidur tengkurap, karena tubuh akan menekan payudara selama berjam-jam di atas kasur. Lebih baik tidurlah telentang atau miring.
  2. Oleskan secara teratur kondisioner yang mengandung pelembab, seperti shea butter atau minyak vitamin E, untuk menjaga kekenyalan atau elastisitas kulit payudara. Krim ini akan meresap sempurna ke dalam kulit, membantu memelihara penampilan payudara yang tetap muda. Meskipun kulit Anda sensitif, Anda tetap dapat menggunakannya.
  3. Ingin mencoba ramuan yang lain? Campurkan satu sendok teh minyak vitamin E (pecahkan kapsul vitamin E untuk mendapatkannya) dengan satu sendok makan yogurt dan sebutir telur. Gunakan ramuan ini untuk memijat payudara dengan gerakan memutar, lalu kenakan bra selama sekitar 20 menit. Setelah itu, bilas dengan air hangat.
  4. Giling satu buah mentimun ukuran besar ke dalam food blender, krim cake berlemak tinggi, dan putih telur (1 butir). Oleskan adonan ini ke payudara, dan biarkan selama 15 menit. Penggunaan produk natural seharusnya tidak memberikan efek samping, namun sebaiknya tidak mengoleskannya jika kulit sedang terluka. Basuh dengan air hangat.
  5. Ambil dua ice cube, lalu tempelkan pada payudara dengan gerakan memutar setengah lingkaran. Lakukan sedikitnya 1 menit. Jangan melakukan teknik ini lebih dari 1 menit, atau jika es sudah membuat Anda merasa tidak nyaman. Es akan beraksi sebagai pembentuk jaringan di bawah kulit.
  6. Latihan terbaik untuk mengencangkan otot dada adalah push up. Bentangkan yoga mat atau tikar, lalu lakukan 10 kali push up dalam 4 set, sedikitnya 3-4 kali seminggu. Lihat bagaimana perubahannya.
  7. Bengkokkan kedua tangan di depan payudara, telapak tangan saling menggenggam seperti sedang berdoa. Kemudian, tekan-tekan kedua telapak tangan. Rasakan bagaimana otot dada akan meregang saat kedua tangan saling menekan. Gerakan ini tidak membutuhkan ruang khusus, Anda bisa melakukannya saat duduk di dalam bus menuju ke kantor.
  8. Ambil dua buah dumbbell seberat 1 atau 2 kg. Berbaringlah di lantai, masing-masing tangan menggenggam satu dumbbell. Rentangkan kedua lengan dalam jarak sebahu dengan telapak tangan menghadap ke atas. Angkat kedua lengan ke atas, kedua siku sedikit menekuk, sehingga beratnya memenuhi dada Anda. Kemudian, turunkan lagi kedua lengan ke samping pundak. Ulangi latihan ini 8-12 kali, lalu istirahatlah 1 menit. Lakukan untuk 4 set.
  9. Latihan lain yang juga baik untuk mengencangkan payudara adalah berenang. Bila Anda sudah lama meninggalkan hobi Anda ini karena kesibukan di kantor maupun mengurus anak-anak, ayo, segera ikut nyebur ke kolam renang saat mengantar anak-anak.
  10. Gunakan bra yang tepat, sesuai bentuk payudara Anda. Kadang-kadang kita salah memilih model bra, sehingga bra tidak mengangkat payudara dan malah membiarkannya menggantung. Sport bra juga boleh Anda pakai jika ukuran payudara Anda tergolong sedang.